Showing posts with label Pilpres 2019. Show all posts
Showing posts with label Pilpres 2019. Show all posts

Tuesday, April 9, 2019

Janji Jani Jokowi Pada Saat Kampannye

Sumber: Google

Joko Widodo Calon presiden petahana berjanji akan merevisi Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 tentang Pengupahan. Janji tersebut diungkapkannya pada saat ar yang bertajuk Relawan Buruh#01 Apel Akbar Kesetian Tegak Lurus untuk Jokowi , di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hari ini.

"Yang ingin saya sampaikan kepada pekerja. Nanti kita bentuk tim bersama dengan KSPSI dan seluruh federasi untuk revisi PP 78," kata Jokowi dalam pidato politiknya di Gedung Budaya Sabilulungan, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Jokowi juga berjanji bicara bersama dalam satu meja untuk merevisi PP yang telah disahkan pada 23 Oktober 2015.

Tidak hanya itu, Jokowi juga menjanjikan melanjutkan pembangunan rumah murah untuk pekerja dan buruh.

"Sudah kita mulai sebetulnya. Saya sudah tinjau yang sudah dihuni. Dan akan kita lanjutkan dalam jumlah yang lebih besar," katanya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memperkenalkan programnya, yakni kartu prakerja.

"Kartu prakerja ini diperuntukkan bagi lulusan SMA, SMK atau akademi, perguruan tinggi dan korban PHK, akan diberikan training. Setelahnya kami harap langsung dapat kerja. Kalau belum dapat kerja akan diberikan insentif honor," katanya.

Kampanye terbuka ini juga dihadiri Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, serta anggota Dewan Pengarah TKN Pramono Anung dan wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding.

Pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2019 itu akan memilih pasangan calon presiden dan calon wakil presiden serta calon anggota legislatif.

Untuk pemilihan presiden diikuti pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin serta nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Sumber: Akurat.co

Ini Cerita Said Iqbal Saat diminta Temui Prabowo

Sumber: Google

Said Iqbal Presiden KSPI menjelaskan terkait saat dirinya diminta Ratna Sarumpaet untuk menjembatani pertemuan dengan Ketua Umum Prabowo Subianto di lapangan Polo, Bogor Jawa Barat.

Pada saat acara  talk show CNN Indonesia Pada 28 September 2018,  sekitar pukul 22.00 WIB.  Pada saat selesai mengisi acara beliau mendapat telpon dari staf Ratna. Ia pada saat itu diminta untuk datang ke rumahnya.

"Saya menolak karena memang sudah malam, macet dan hujan sebelumnya. Jadi saya agak letih," tegas dia di PN Jakarta Selatan Selasa (9/4/2019).

Said Iqbal: Saya Tidak Tahu Siapa Yang Memberi Ide Untuk Menggelar Konferensi Pers Kemudian, sambungan telepon Ratna terputus, tapi tak lama berselang Ratna kembali menelpon dirinya sambil menangis. Aktivis wanita itu mengaku dianiaya oleh orang tak dikenal di Bandara Bandung, Jawa Barat.

"Dengan pertimbangan kemanusiaan saya datang dan saya bertemu dan diceritakanlah temen sudah tahu tentang berita bohong," ucap dia.

Kemudian dirinya pun iba dengan Ratna yang sudah lansia ini dianiaya dan ia memutuskan untuk membantu Ratna agar bertemu dengan Prabowo Subianto pada 2 Oktober.

Sebab, kata dia Ratna juga sudah bertemu dengan Fadli Zon agar dipertemukan dengan Capres nomor urut 2 tersebut.

"Intinya dia hanya menyampaikan minta dipertemukan dengan pak Prabowo karena dia dianiaya. Kemudian juga kedua kak Ratna menyampaikan bahwa sudah berbicara dengan Fadli Zon dan bang Fadli akan mengatur pertemuan bagaimana kak Ratna bisa bertemu dengan pak Prabowo," tukas dia.

Sebelumnya diketahui, Ratna menjelang sidang lanjutan dengan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (9/4/2019) pagi.

Ada empat orang saksi yang dihadirkan diantaranya presiden KSPI Said Iqbal, Ruben, dan dua orang pendemo Chairulah dan Harjono.

Sumber: Akurat.co

Monday, April 8, 2019

Prabowo Lakukan Pelanggaran Pada Saat Kampanye Kenapa?

Sumber: Google

Dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan calon presiden Prabowo Subianto di Kota Makassar. masi dalam proses Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Makassar masih proses pemeriksaan.

Ketua Bidang Media dan Komunikasi Massa, Badan Pemenangan Daerah  Syawaluddin Arif  diperiksa petugas Bawaslu Kota Makassar  Dia dimintai klarifikasi soal kampanye di Lapangan Karebosi Kota Makassar pada Minggu, 24 Maret 2019.

"Dalam ruangan penyidik saya ditanya beberapa hal berkaitan dengan kampanye akbar 24 Maret lalu, yang menghadirkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden RI. Ada sekitar 17 pertanyaan," kata Syawaluddin Arif usai menjalani pemerikasaan di kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Makassar, Jalan Anggrek, Sulawesi Selatan, Senin (8/4/2019).


Namun yang menjadi pokok persoalan pada pemeriksaan, kata Syawaluddin Arif, adanya pelibatan anak-anak dan partai lain yang bukan penggusung calon, saat Prabowo Subianto melakukan kampanye akbar di Kota Makassar beberapa waktu lalu.

Syawaluddin Arif membantah dua dugaan pelanggaran kampanye tersebut. Apalagi, menurut dia, partai Gerindra dan beberapa kualisi partai lain penggusung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga Uno  sangat paham dan mengerti undang-undang Peraturan Komisi Pemilihan Umum sehingga pelanggaran kampanye seperti itu mustahil dilakukan.

"Ya memang kami paham kalau itu dilarang, sehingga tidak ada anak-anak di dalam kampanye akbar 24 Maret lalu," katanya.

"Kedua dilarang melibatkan partai lain, kami juga tidak tahu kalau ada," Syawaluddin Arif menambahkan.

Meski begitu, Syawaluddin Arif tak menampik bahwa Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Makassar memang memiliki bukti yang cukup kuat tentang adanya pelibatan partai lain yang bukan pengusung saat Prabowo Subianto berkempanye di Kota Makassar.

"Ternyata Bawaslu menghadirkan foto bahwa ada partai lain yang hadir di acara kampanye akbar itu di luar dari area. Tapi masih di dalam lokasi kampanye dan itu kami tidak tahu, kami tidak lihat, ada 120 ribu orang yang datang bawa bendera tidak bisa dideteksi," kata dia.

Setelah cukup yakin dengan bukti yang diperlihatkan oleh penyidik Bawaslu Kota Makassar, Syawaluddin Arif meminta agar kasus temuan itu dapat segera diproses lebih lanjut.

"Kami siap datang lagi ketika dibutuhkan karena jelas di video, foto yang dihadirkan Bawaslu siapa orangnya, siapa dia. Sehingga saya sarankan untuk dipanggil itu karena kami sama sekali tidak tahu menahu. Kalau masih ada informasi tambahan kami siap," kata dia.

Kordinator Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Makassar Sri Wahyu Ningsih menjelaskan setelah mendapat keterangan dari Syawaluddin Arif akan kembali memanggil saksi lain.

"Kami masih meminta klarifikasi terkait soal itu. Hari ini akan ada saksi lain, dan besok ada lagi saksi berikutnya yang akan kita periksa terkait simbol partai lain, dan juga kita akan menyelidiki terkait laporan adanya keterlibatan anak-anak dalam kampanye akbar 02 tersebut," ujarnya.

Sumber: Akurat.co

Ini Pernyataan Prabowo Pada Saat Kampanye Akbar Yang Menuai Kontroversi

Sumber: Google

 Prabowo Subianto memberikan sebuah pernytaan pada saat melakukan kampanye akbarnya beliau mengatakan bahwa Ibu Pertiwi Indonesia telah diperkosa karena kekayaan negara telah dikuasai oleh pihak asing.

Composser Addie MS Menanggapi pernyataan tersebut dimana sebaliknya menurutnya Ibu Pertiwi sedang berprestasi, dengan kondisi ekonomi yang stabil dan adanya menteri yang menerima penghargaan tinggi yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menurutnya, Sri Mulyani malah telah membuktikan prestasi ke seluruh dunia. Dengan menunjukkan kinerjanya telah berhasil menekan defisit anggaran negara di level terendah 1,76 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Meningkatkan kepatuhan pajak, mengantarkan Indonesia menjadi negara Asia pertama yang menjual green bonds, dan juga mampu menstabilkan nilai tukar rupiah bekerja sama dengan Bank Indonesia sebagai pemangku kebijakan moneter.

"Ternyata Ibu Pertiwi yang katanya sedang diperko*a itu justru sedang berprestasi. Mari berpikir positif & optimis!," kicau akun Twitter @addiems, Senin (8/4/2019).

Sementara, warganet juga meramaikan kalimat "Ibu Pertiwi yang diperkosa" seperti akun @handycello. Dia beranggapan bahwa Ibu Pertiwi telah diperkosa oleh si capres nomor urut 02 tersebut.

"Diperkosa siapa? Melemparkan pertanyaan yang ambigu. Yah di perkosa Prabowo pemilik lahan yang besar," katanya.

Begitu pula dengan @Listian87761248, yang menyarankan mantan Pangkostrad itu agar lebih fokus pada program kampanyenya dibanding harus menyebarkan kalimat yang kurang berkualitas.

"Waduh kata-kata @prabowo Lebay banget ya... Siapa yang perkosa siapa sih.. Jangan suka cerita fiksi deh. Jangan hobby nakut-nakutin masyarakat. Paparkan visi misi program kerja lebih baik daripada cuman bisa teriak-teriak gak jelas nakut-nakutin rakyat.. Itu namanya membodohi rakyat," ujar Listian.

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Damar yang berpendapat jika capres 02 tanpa prestasi dan hanya mampu menyebarkan kebohongan termasuk kinerja pemerintahan.

"Ibu pertiwi diperkosa... itu lah orasi terbaik & akan menjadi catatan sejarah pemilu... calon presiden yang grasak grusuk... ngga ada visi misi, para kacungnya hanya punya misi memfitnah, mencaci, membuat berita-berita hoax...," kata @Damar39168360. 

Sumber: Akurat.co

Sunday, April 7, 2019

Hoaks Terkait Dukungan Erdogan Untuk Prabowo Sandi

Sumber: Google

Agence France-Presse (AFP) media Perancis yang mengungkap kabar hoaks terkait dukungan terhadap pasangan calon 02 dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Semua bermula pada sebuah foto yang be edar dimana  Erdogan yang berpose dua jari khas pendukung Prabowo-Sandi.

Pada foto tersebut Presiden Turki tersebut tengah duduk di kabin pesawat dengan berpose tangan dua jari yang menjadi ciri khas pendukung prabowo, dan baju yang menggunakan logo Prabowo-Sandi.

Gambar hoax tersebut pertama kali beredar di Facebook dan kini telah dibagikan hingga ribuan kali.

Sumber: Akurat.co


Gambar tersebut kemudian dipotong (crop) untuk menghilangkan bagian Harsya dan ditempel gambar Erdogan di bagian wajah. Warna gambar tersebut juga diubah menjadi hitam-putih.

Namun, nomor "02" pada pakaian dan gelang putih yang dikenakan Sandiaga Uno tidak diedit. Pada hasil edit, masih terlihat sedikit bagian lengan Harsya di sandaran kursi pesawat.


Sumber: Akurat.co

Friday, April 5, 2019

Tiga Akun Penyebar Hoaks Di Laporkan Oleh KPU RI

Sumber: Google

Tiga akun penyebar Hoaks dilaporkan oleh KPU RI. Pelaporan tersebut langsung dilaporkan oleh  Ketua KPU RI Arief Budiman ke Bareskrim Mabes Polri terkait server untuk pengaturan penghitungan suara Pilpres 2019.

"Malam ini KPU merasa ada sesuatu yang penting dan perlu disampaikan kepada Bareskrim karena kami merasa bahwa itu mengganggu kepercayaan publik kepada KPU," ujar Ketua KPU RI Arief Budiman yang melapor didampingi enam komisioner KPU lainnya, Kamis (4/4/2019).

Akibat dari narasi bohong tersebut KPU merasa di rugikan. Arief menjelaskan KPU tidak mengatur hasil perolehan suara capres dan cawapres tertentu melalui sistem teknologi informasi dalam Pemilu 2019.

Dalam kesempatan itu KPU membawa alat bukti berupa rekaman Video yang beredar berisi orang yang mengatakan hal tidak sesuai fakta.

"Saya tidak tahu itu siapa, tetapi yang kami laporkan ada akun-akun yang digunakan untuk menyebar Video tersebut dan Video itu sendiri juga kami sampaikan," tutur Arief.

KPU kembali menegaskan tidak memiliki sistem komputer berisi informasi dan data terkait pemilu Indonesia di luar negeri, semua server berada di Indonesia.

Hasil pemilu pun diawali dengan proses penghitungan suara dan rekapitulasi dilakukan secara manual dan berjenjang mulai dari TPS, kemudian rapat pleno terbuka di PPK, rapat pleno terbuka di KPU kabupaten/kota, rapat pleno terbuka di KPU provinsi serta rekapan terbuka di KPU RI secara nasional.

Form C1 yang di-scan selanjutnya diunggah ke laman KPU setelah penghitungan suara selesai di TPS.

"Jadi pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui lebih dulu oleh publik. Pada saat proses di TPS itu ada saksi, panwas, pemantau, media massa, masyarakat pemilih termasuk aparat keamanan juga ada di sana," tegas Arief

Sumber: Akurat.co

Bawaslu Harus Bisa Tegas Pada Kasus Luhut

Sumber: Google

Sebuah video viral dimana video tersebut  Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberikan amplop kepada Kiyai Zubair Muntasor di Madura beberapa hari lalu, untuk datang ke TPS dalam rangka mendukung salah satu pasangan calon di Pilpres 2019.  

Menurut Andre Rosiade juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi sangat disayangkan apa yang dilakukan oleh luhut trsebut, karena yang dilakukan luhut menunjukan bahwa pejabat negara melakukan money politics yang dilarang oleh Undang-undang (UU) Pemilu.  

"Ini tidak mendidik, Bawaslu harus berani menindak pak Luhut. Jelas menyuruh orang mendukung salah satu paslon dengan memberikan uang itu money politics," kata Andre dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (4/4/2019).  

Menurut dia, Bawaslu sebagai lembaga pengawas harus menunjukkan netralitasnya. Jangan berani hanya menindak kesalahan yang dilakukan oleh orang yang tidak mendukung pasangan calon petahana saja.   

"Iya dong harus berani netral, saya yakin Bawaslu itu diisi oleh orang-orang kredibel. Jangan sampai hanya menindak pejabat publik yang dukung oposisi saja. Padahal jelas ini membagikan uang untuk mendukung salah satu paslon," ujarnya.     

Andre menilai, apa yang dilakukan Luhut itu kurang etis, karena di depan orang banyak. Pasalnya, seorang kiyai atau ulama dimuliakan, bukan disuruh untuk memilih paslon tertentu dengan memberikan sejumlah uang, apalagi sampai direkam dalam bentuk video.  

"Jelas menurut saya para ulama dan para kiyai itu kita harus hormati, bukan dikasih uang dengan meminta dukung paslon tertentu," tegas Andre. 

Sumber: Akurat.co

Kampanye Jangan Membawa anak, Kenapa?

Sumber: Google

Pada kampanye terbuka Capres-Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf  Amin menghimbau untuk para pendukung agar tidak berkampanye dengan membawa anak.

Himbauan kampanye jangan membawa anak disapikan langsung oleh Presiden Jokowi dalam acara kampanye terbuka di Pelabuhan Ikan Gebangmekar, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019).

"Anak-anak jangan dibawa kampanye, panas. Enggak boleh," ungkapnya mengingatkan.

kampanye terbuka memang banyak yang masih membawa anak kecil. Bahkan, beberapa anak sempat terpisah dari keluarganya.

Mengetahui ada anak yang terpisah dari orang tuanya, ibu negara Iriana Widodo pun ikut merasa panik. Iriana pun sempat menggendong salah seorang anak yang menangis dan memberinya minum.

Sekadar informasi, sebelumnya Bawaslu RI menemukan adanya pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh kedua pasangan calon Capres-Cawapres dalam kampanye terbuka, yakni berupa kehadiran anak-anak di lokasi kampanye.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin pun mengakui adanya pelanggaran tersebut, namun hal itu di luar kendali.

Namun, setiap kali menggelar kampanye terbuka, TKN Jokowi-Ma'ruf pun kerap mengimbau agar masyarakat tidak membawa anak kecil ke lokasi kampanye.

Sumber: Akurat.co

Kampanye Di Guyur Hujan Jokowi Lakukan Ini

Sumber: Google

Diketahui Jokowi berkampanye terbuka di lapangan Desa Dukuhsalam, Tegal, Jawa Tengah. Namun acara tersebut diwarnai guyuran hujan. 

Namun meski hujan turun, massa pendukung Jokowi tetap memilih bertahan di tengah lapangan untuk mengikuti kegiatan kampanye.

Jokowi pun di bawah guyuran hujan juga tetap menyampaikan orasinya.

Joko Widodo Calon presiden petahana mengaku hujan deras bukanlah masalah pada saat beliau berkampanye, beliau juga berkata jangankan hujan deras, cemoohan saja bisa dia hadapi.

Pernyataan tersebut beliau smapaikan salah satu akun sisoal pribadinya. usai menghadiri kampanye terbuka di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019).

Dalam unggahan Instagram dan Twitter, nampak Jokowi yang pakai kemeja putih tidak pakai payung. Dia pun sampai basah kuyup demi menyapa pendukung yang hadir. 

“Jangankan hujan deras yang hanya berupa curahan air, hujan kata cemoohan pun kita hadapi. Bersama rakyat, kita jadi kuat!,” tulis dia, seperti dikutip AKURAT.CO, Jumat (5/4/2019).

Sumber: Akurat.co


Thursday, April 4, 2019

Ini Kronologis Kabar Tiga Pesawat Yang Menghalangi Prabowo Kampanye

Sumber: Google

Kabar terkait tiga pesawat sukhoi yang menghalangi pesawat yang di tumpangi oleh calon Presiden Prabowo Subianto pada saat akan melakukan kampanye terbuka di Purwokerto pada Pilpres 2019 mendatang di bantah oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara.

"Pernyataan itu tidak tepat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI Samyoga ketika dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Pada cuitan di Twitter pribadinya, Prabowo @marierteman, menyebutkan ada tiga jet tempur yang melintas saat pesawat Prabowo akan lepas landas menuju Purwokerto pada (1/4).

"Apa yang disampaikan Pak JS Prabowo kurang tepat. Karena yang beliau sampaikan terjadi pada dua hari yang berbeda, dan dua-duanya sama sekali tidak melibatkan Sukhoi," kata Samyoga.

Ia pun menjelaskan ketidakterlibatan Sukhoi dalam peristiwa tersebut, bahwa pada Senin (1/4), di landasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur CN 235 Kalong Flight, posisi sudah take off dan berikutnya yang akan take off adalah pesawat 9HNYC onboard Prabowo Subianto.

Menurut dia, saat pesawat 9HNYC diberikan release take off juga, kondisinya belum aman karena pesawat CN235 belum menuju cross wind (belum belok), sehingga pesawat 9HNYC abort take off, untuk keamanan.

"Abort take off dilakukan oleh senior ATC karena sebelumnya yang handle masih junior ATC. Jadi, abort-nya 9HNYC karena masalah safety dan tidak ada hubungan sama sekali dengan Sukhoi," papar Samyoga.

Adapun kejadian berikutnya, terjadi Selasa (2/4):
10.10: 2 Sukhoi landing aman
10.13: 9HNYC start engine. Noted: baru start
10.17: 9HNYC request taxy
10.17: Wing Air ( Won 1721) posisi approach
10.18: 9HNYC holding di taxyway C, menunggu Won 1721 landing
10.20: Won 1721 landing
10.21: 9HNYC menuju posisi line up
10.23: 9HNYC take off ke Padang
10.20: 3 Sukhoi mendarat

"Artinya, pesawat 9HNYC tidak ada hubungan sama sekali dengan penerbangan Sukhoi. Pesawat 9HNYC menunggu keberangkatan (take off) karena ada pesawat Wing Air sedang akan mendarat, bukan Sukhoi," jelasnya.

Sumber: Akurat.co

Ini Yang Dikatakan Presiden Jokowi Pada Peringatan Isra Mi'raj

Sumber: Google

Menurut Presiden Joko Widodo menjelang Pilpres 2019 masyarakat terbawa oleh urusan politik sehingga membuat semuanya seperti politikus.

"Sekarang ini semuanya sudah merasa seperti politikus. Enggak di warung kopi, di warung bakso, semuanya sudah kadang-kadang melebihi politikus," kata Jokowi saat menghadiri peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tingkat Kenegaraan Tahun 2019/1440 Hijriah di GOR Pandawa, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2019).

Presiden Jokowi meminta untuk kepada masyarakat bahwa pada momen pemilihan Presiden tidak harus menyebabkan konflik, karena yang berkonflik adalah mereka yang berbeda pilihan.

"Jangan sampai gara-gara urusan pilihan bupati, pilihan gubernur, pilihan presiden kita tidak rukun. Rugi besar bangsa ini. Hati-hati. Ini yang ngomong ibu Rula Ghani. Hati-hati negaramu Presiden Jokowi, begitu beragam," ungkapnya. 

Selain itu, Jokowi juga menyebut, perbedaan-perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah. Karena itu, berbagai perbedaan yang ada seharusnya tak menjadi masalah.  

"Perbedaan-perbedaan itu jangan menjadikan kita ini tidak menjadi saudara lagi. Ini sudah jadi sunnatullah berbeda-beda," tandasnya.

Diketahui, dalam acara tersebut hadir juga Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sumber: Akurat.co

Monday, April 1, 2019

Sekertaris Partai Golkar Nyatakan Pemilu Damai Tergantung Masyarakat

Sumber: Google

Lodewijk F Paulus Sekretaris Jenderal Partai Golkar hadir dalam seminar dan peluncuran buku 'Pemilu Damai, Berintegritas dan Menyejahterakan' yang diadakan di  Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senin (1/4/2019).

Menurut Lodewijk ada 3 faktor yang akan menunjang pemilu damai. hal tersebut dibebekanny ketika memberi sambutan "Pertama, tingkat kecerdasan dan pendidikan masyarakat telah memahami masalah-masalah bangsa," ujar Lodewijk.

Selanjutnya, kata Lodewijk, kesiapan partai politik dalam melahirkan kader-kader yang kredibel dan potensial dalam menjalankan tugasnya nanti. "Ketiga, kesiapan penyelenggara pemilu dalam melaksanakan pemilu yang demokratis, jujur, adil dan responsif dan efisien," ungkapnya.

Masih kata Lodewijk, dari ketiga faktor itu, kecerdasan masayarakat dalam memandang permasalahan adalah yang terpenting. "Jika tingkat kecurangan masyarakat dalam memandang sebuah masalah masih rendah maka akan sangat sulit menghasilkan wakil rakyat yang kompeten, responsif dan kredibel," tuturnya.

Diketahui acara tersebut juga dihadiri oleh Alfan M Alfian (Direktur Pascasarjana Ilmu Politik UNAS), Titi Anggraini (Direktur Perludem), Valina Singka Subekti (Dosen Ilmu Politik UI), M. Andi Mattalatta (Menkumham RI 2007-2009).

Sumber: Akurat.co

Ma'ruf Amin Akan Kembali Kampanye Ke Madura

Sumber: Google

KH Ma'ruf Amin Calon wakil presiden nomor urut 01 menyatakan bahwa dirinya akan kembali berkampanye ke Pulau Madura,Jatim karena permintaan para kiai dikawasan tersebut.

"Lebih kepada permintaan para kiai di Madura," kata Ma'ruf kepada wartawan usai tiba mendarat di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Senin (1/4/2019).

Ma'ruf Amin juga mengatakan sudah beberapa kali ke Madura untuk kampanye.

Dengan begitu, kedatangannya itu untuk kembali menguatkan dukungan pada pasangan capres-cawapres 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menurut dia, warga di Madura harus diberi pencerahan mengenai isu-isu yang tidak benar terkait capres-cawapres 01.

"(Orang) Madura harus diubah cara berpikirnya. Saya ingin klarifikasi bahwa isu Presiden Joko Widodo itu PKI, kriminalisasi ulama itu tidak benar," ucap dia.

Muhtasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu mengatakan kasus hukum yang menimpa sejumlah ulama lebih pada penegakan hukum daripada kriminalisasi.

Ma'ruf yang merupakan ulama terkemuka di Indonesia itu mengatakan Jokowi tidak antiulama sebagaimana merangkulnya sebagai cawapres.

"Saya tahu betul, saya sekarang sebagai (calon) wakil presiden, artinya Jokowi sama sekali tidak antiulama," ujarnya.

Adapun Pilpres 2019 diikuti dua pasangan capres-cawapres yaitu nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Sumber: Akurat.co

Megawati Soekarnoputri: Golput Tindakan Pengecut

Sumber: Google

Menurut Megawati Soekarnoputri Ketua Umum PDI Perjuangan golput adalah tindakan pengecut yang tiak memiliki pendirian dalam berpolitik.

"Itu artinya tidak punya harga diri, kalau mau golput jangan jadi warga negara Indonesia," katanya, di depan ribuan peserta Rapat Umum PDI Perjuangan, di GOR Pandawa, Solobaru, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah, Minggu (31/3/2019).

Menurut dia, jika tidak mau memilih pemimpin artinya orang tersebut tidak menjalankan kewajibannya sebagai warga negara yang baik.

"Kalau tidak mau memilih memangnya kalian hidup di mana. Golput, tetapi enak-enakan cari rezeki di Indonesia," katanya lagi.

Ia juga meminta kepada para loyalis PDI Perjuangan untuk tidak mendengarkan masukan dari mana pun jelang pelaksanaan Pemilu 2019 pada tanggal 17 April mendatang.

"Pasti nanti ada orang yang bilang 'sudah tidak usah ke TPS, tidak usah pilih PDI Perjuangan. Tanpa kamu pilih pasti PDI Perjuangan menang karena pendukungnya banyak. Jangan dengarkan dan jangan ikuti perintah itu," katanya pula.

Dia mengatakan kader PDI Perjuangan harus tetap ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memberikan hak suara. Menurut dia, hal itu memperlihatkan loyalitas kader terhadap partai.

"Itu akan memperlihatkan bahwa anda semua bersimpati dan menjadi loyalis PDI Perjuangan," katanya lagi.

Sumber: Akurat.co

Friday, March 29, 2019

Ini Menteri Yang Harus Dipecat Jika Jokowi Ingin Naik Rating

Sumber: Google

Indef Faisal Basri seorang Ekonom Senior menegaskan kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk memecat Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita jika ingin ratingnya naik menjelang Pemilihan Umum Presiden 2019 yang akan dilangsungkan pada 17 April mendatang.

Hal tersebut diungkapnya karena menurutnya Enggarlah penyebab derasnya keran inpor tanah air.

"Jadi waktu impor baja dari Cina, waktunya enggak perlu, dia impor alat berat yang seharusnya bisa bekas (second) nah macem-macem, jadi bobol gawang kita. Gara gara pemburu rente itu," jelasnya dalam diskusi di RM Batik Kuring Kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Tidak hanya Enggar menurutnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman sebagai pemburu rente.

"Jadi, hati-hati jangan sampai nanti, siapapun yang jadi Presiden, kalau saya bilang sih terus terang Pak Jokowi harusnya udah mecat Enggar sekarang juga enggak usah nunggu. Karena deritanya masih April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, tujuh bulan. Rupiah tambah amburadul. Karena ini orang keras kepala, jadi ini udah enggak bisa dibilangin. Satu kata harus dipecat," tegasnya geram.

Selain itu Faisal mengungkapkan hingga kini dirinya belum dapat memutuskan siapa yang akan dipilih untuk menjadi orang nomer satu di tanah air.

Ia mengakui dirinya masih akan melihat siapa yang akan lebih meyakinkan. Pihaknya juga tak memungkiri, jika dirinya tetap berharap akan ada perubahan strategi atau pemikiran-pemikiran dari kedua belah pihak yang bisa didengar.

"Tunggu debat keempat, eh terakhir deh, siapa tau ada strategi baru gitu, tapi dilihat lagi deh. Jadi saya akan putuskan di injury time. Karena saya masih berharap ada pemikiran-pemikiran dari kedua belah pihak yang harus kita dengar dulu," pungkasnya.

Sumber: Akurat.co

Wednesday, March 27, 2019

Wiranto: Tangkap Para Penyebar Hoaks

Sumber: Google

Wiranto Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan menyinggung terkait perundang-undang terorisme. hal tersebut sebegai bentuk rasa cintanya pada Indonesia.

"Kemarin saya bubarkan organisasi yang ideologinya tidak sesuai Pancasila itu karena kecintaan pada negeri ini. Menangkal hoaks dengan UU Terorisme membuktikan saya cinta negeri ini," kata Wiranto dalam rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) penyelenggaraan Pemilu 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Wiranto menjelaskan, sebelumnya pemerintah sudah membubarkan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan mencabut status badan hukumnya.

"Negara ini harus dijaga dan dijauhkan dari keadaan yang berbahaya. Persatuan dan pembangunan yang perlu dijaga, menjadi kewajiban pemerintah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia,"ungkapnya.

Selain itu, Wiranto menambahkan, menjelang pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang, saat ini semakin banyak hoaks yang beredar di masyarakat.

Karena menurut mantan Ketua umum Hanura ini, hoaks yang mengancam agar masyarakat tak mensukseskan Pemilu 2019 sebagai tindakan terorisme.

"Untuk itu maka kita gunakan UU Terorisme agar aparat keamanan waspada. Tangkap saja yang menyebarkan hoaks, yang menimbulkan ketakutan di masyarakat, karena itu meneror," jelasnya.

Sumber: Akurat.co

Monday, March 25, 2019

Stadion Yusuf Serang Penuh Dengan Pendukung Paslon Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin

Sumber: Google

Stadion Yusuf Serang di penuhi oleh pendukung paslon Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Lokasi tersebut jadi tempat kampanye akbar pertama pasangan nomor urut 01 itu. 

Dilansir dari AKURAT.CO, Minggu (24/3/2019), akses ke lokasi acara sudah dipadati pendukung Jokowi-Ma'ruf dari berbagai daerah Banten. Simpatisan datang sejak pukul 15.29 WIB ke lokasi kampanye akbar. 

Para pendukung tersebut menggunakan pakaian serba putih bergambarkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Ada juga sebagian pendukung yang menggunakan kaos partai di Koalisi Indonesia Kerja. 

Kampanye terbuka di Banten akan dimulai pada pukul 16.00 WIB. Namun, sebagaimana diketahui Capres Joko Widodo sudah datang bersama Ketua TKN Erick Thohir.

"Jokowi jokowi jokowi.. menang,"sorak sorai warga yang antusian berusaha mendekati Jokowi. 

Sebagaimana diketahui, Zona B meliputi daerah Bengkulu, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat.

Sumber: Akurat.co

Prabowo Subianto Tidak Percaya Pada Sebagian Lembaga Survei

Sumber: Google

Prabowo Subianto calon Presiden nomor urut 02 mengaku tidak percaya terhadap lembaga survei menurutnya sebagia lembaga survei hanya sebuah akal-akalan ntuk sebuah pencitraan.

"Dimana-mana saya keliling, sudah capek dengan pencitraan, dengan lembaga survei yang akal-akalan. Yang banyak bohong, sesuai pesanan habis itu sudah dibayar oleh kelompok ini dia ke kelompok yang satu lagi minta bayaran," kata Prabowo Subianto dalam kampanye terbuka di Lapangan Karebosi Kota Makassar.

Tidak hanya itu, Prabowo Subianto menyebut pekerjaan lembaga survei telah ketinggalan zaman. Menurut dia sekarang sudah banyak yang tidak mempercayai hasil lembaga survei.

"Ini sudah kuno, saya kasih nasihat ke adik-adik yang di lembaga survei, kuno kerjaanmu, lama-lama kok ngak punya kerjaan loh, karena rakyat ngak percaya dengan kamu punya pekerjaan itu alias banyak bohongnya," kata dia.

Bahkan Prabowo Subianto juga menyindir (sebagian) awak media yang ikut hadir di acaranya.

"Hallo pers, hallo media, how are you today, kira-kira kita diliput ngak ya? Kira-kira ditayang kan ngak? Lu mau tayang kan kek, lu ngak tayangkan kek ngak ada urusan," kata dia.

"Rakyat sudah sadar, rakyat sudah bangkit, rakyat sudah tidak bisa dibohongi lagi, jadi lu mau tayang apa ngak terserah lu deh," Prabowo Subianto menambahkan.

Sumber: Akurat.co

Golkar Nyatakan Keberatan Terkait Bendera Golkar Muncul Ditengah Kampanye Prabowo

Sumber: Google

Pada acara kampanye terbuka calon Presiden Prabowo Subianto di lapangan karebosi, Kota Makasar, partai golkar memberikan pernyataan keberatan karena pada acara tersebut bendera partai Golkar turut ikut dalam acara tersebut.

Pengurus Dewan Perwakilan Daerah Partai Golkar Kota Makassar kemudian mengirim surat ke Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Makassar. Dalam surat bernomor 150/DPD II/PG-MKS/III/2019 yang ditandatangani Ketua Golkar Makassar Farouk M. Betta dan Wakil Sekertaris Ahkam Supu disebutkan Golkar keberatan atas penggunaan atribut partai berlambang pohon beringin.

"Sehubungan dengan adanya penyalahgunaan simbol partai, yang bukan partai koalisi atau pendukung pada pelaksaan kampanye calon presiden nomor urut 2 ... DPD Kota Makassar menyampaikan keberatan atas penggunaan simbol Partai Golkar," kata kata Farouk dalam pernyataan tertulis.

Partai Golkar berharap kasus ini ditindaklanjuti panitia penyelenggara kampanye  sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Pada kampanye akbar yang dilakukan Prabowo Subianto di Kota Makassar kemarin, belasan bendera warna kuning berlambang pohon beringin dan gambar Prabowo Subianto - Sandiaga Uno muncul di tengah massa.

"Golkar, Golkar, Golkar, Golkar, Golkar, dan Golkar," kata itu juga diteriakkan massa yang membawa bendera sembari mengacungkan dua jari ke atas.

Partai Golkar merupakan anggota koalisi pengusung pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sumber: Akurat.co

Friday, March 22, 2019

Ma'ruf Amin di Lapaorkan ke Anggota Advokat Peduli Pemilu

Sumber: Google

Ma'ruf Amin dilaporkan anggota Advokat Peduli Pemilu (APP) Wahid Hasyim ke Bawaslu. Mustasyar PBNU itu dianggap melakukan pembiaran, ketika seseorang berceramah bahwa tak akan ada lagi acara dzikir di Istana, jika Jokowi kalah.

Ma'ruf Amin Calon wakil presiden nomor urut 01 menanggapi pihak yang telah membuat laporan untuk dirinya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Menurut Ma'ruf, laporan tersebut sekedar tudingan saja, karena tak punya dasar.

"Menurut saya ya itu tidak tepat kalau dianggap melanggar kan bukan di tempat terbuka, belum mengajak orang," kata Ma'ruf Amin dalam siaran persnya, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Ma'ruf tak habis pikir bagaimana pertemuan antar kiai itu bisa disoal. Terutama ketika diamnya dirinya dalam forum itu, dikaitkan dengan penyebaran hoaks. Sementara Kiai Ma'ruf menganggap tak ada pembohongan di pertemuan tersebut.

"Apa salah saya? Kalau kenapa saya diam saja, karena menurut saya itu bukan sesuatu hal yang melanggar," ungkapnya.

Menurut Mustasyar PBNU ini, dalam pertemuan seperti itu merupakan hal yang wajar antar kiai bertukar pandangan. Sesama ulama bukan saling menceramahi, namun sama-sama mengingatkan.

"Itu pertemuan di internal. Di dalam rumah kan itu bukan di luar, pertemuannya sesama kiai, nah kiai ketika masing-masing menyambut itu karena saling memberikan warning. Jangan sampai terjadi ini," lanjutnya.

"Jadi yang dilanggar apa. Dan itu di internal, masing-masing sesama ulama saling memberikan (pandangan), mengingatkan," tambah Ma'ruf Amin.

Konten dalam pertemuan, kata dia, adalah bentuk kekhawatiran kiai dan ulama tentang potensi penggerusan Islam rahmatan lil alamin, Islam Ahlussunah Wal Jamaah, dan Islam moderat. Sementara paham yang diamini Nahdlatul Ulama (NU) itu yang dianggap paling cocok untuk mempersatukan umat.

Ma'ruf Amin menyebut, jangan sampai soal politik merusak paham-paham Islam yang menyatukan itu. Jangan sampai paham Islam yang intoleran mendominasi, atau bahkan dijadikan komoditas politik.

"Jadi semacam antisipasi, jadi bukan menceritakan kebohongan tapi sesuatu yang ke depan," tandasnya.

Sumber: Akurat.co




Bank BJB Usaha Perseroan Harus Memiliki Tujuan Mulia

Sumber: Google Bank BJB  menyabet gelar  TOP GRC 2019  karena dinilai memiliki infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusaha...