Showing posts with label Gubernur DKI Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Gubernur DKI Jakarta. Show all posts

Tuesday, April 2, 2019

Ini Hukuman Untuk Yang Buang Sampah Sembarangan Di Stasiun MRT

Sumber: Google

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Muhamad Kamaludin menjelaskan bahwa akan dipelakukan denda bagi penumpang yang membuang sampah sembarang di stasiun MRT. Hal tersebut telah dibicarakan oleh pihak PT. MRT dan Pemprov DKI Jakarta. rujukan denda adalah Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. 

"Kami tegaskan sekarang kalau ada yang kedapatan buang sampah sembarangan kami langsung foto orangnya kemudian foto KTP-nya dan ada denda Rp500 ribu. Ini sudah keputusan bersama dengan Pemprov DKI ada Perdanya," kata Kamaludin saat dikonfirmasi, Selasa (2/4/2019).

Muhamad Kamaludin menegaskan bahwa fasilitas tempat pembuangan sampah sejak awal sudah disediakan diberbagai sudut stasiun MRT. Namun, Kamal tidak menepis adanya foto yang memperlihatkan sampah berserakan di Stasiun Bundaran HI. Foto sampah berserakan itu sempat viral di media sosial pada Minggu (31/3/2019).

"Waktu itu (Stasiun Bundaran HI) lagi ramai, betul dan memang karena ramai jadi enggak keliatan (tempat sampahnya), mereka (penumpang) akhirnya buang sampah sembarangan di bawah kakinya, tapi ini kami akan intensifkan jaga patroli ke setiap entrance, kami pastikan enggak ada sampah," tegasnya.

Sebelumnya sebuah foto yang menunjukkan kondisi di depan Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat dipenuhi sampah diunggah akun instagram @koalisipejalankaki. Foto diambil saat uji coba MRT terakhir pada Minggu (31/3/2019) kemarin.

Sumber: Akurat.co

Friday, March 8, 2019

Anies Yakin Akan Jual Saham

Sumber: Google

Anies Baswedan  Gubernur DKI Jakarta mengaku bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bisa mengantongi dana segar sekitar Rp1,2 trilun bila melepas semua saham di PT DLTA Djakarta Tbk. Dana itu, kata Anies, bisa membangun 100 sekolah di Jakarta.

Karena ha tersebutlah Anies Baswedan yakin akan menjual semua saham DKI di perusahaan produsen bir ini. Sebab deviden yang diperoleh dari penanaman saham ini hanya berkisar Rp 37 miliar per tahun. Dimana angka ini dianggap terlalu kecil untuk membangun berbagai fasilitas di Jakarta.

"Kami memandang dana itu lebih bermanfaat bila digunakan untuk pembangunan sekolah, ini kita bisa membangun lebih dari 100," kata Anies saat ditemui di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

"Kita sudah ajukan,kemudian ketua dewan menyampaikan belum diproses," imbuhnya.

Lantaran merasa dipersulit, Anies lalu meminta masyarakat untuk melihat caleg di daerahnya masing - masing yang maju Pileg 2019 agar tak dipilih kembali.

"Kita laporkan kepada masyarakat saja karena ini bagian dari janji kami apalagi bulan depan adalah Pileg, silahkan ditanyain aja para caleg itu Anda mau milih Rp1,2 triliun mau dipakai untuk memajukan dunia peralkoholan atau mau dipakai untuk memajukan air bersih untuk rakyat?" ujarnya.

Sementara itu politisi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menampik bila pihaknya mempersulit langkah Anies menjual semua saham di perusahaan produsen minuman keras itu.

Dia mengatakan saham ini merupakan aset warga Jakarta. Sehingga untuk melepasnya perlu ada kajian dan penjelasan rinci.

Hingga saat ini Anies tak pernah memaparkan kajian terkait hal ini sehingga anggota DPRD malas meresponnya.

Sumber: Akurat.co

Bank BJB Usaha Perseroan Harus Memiliki Tujuan Mulia

Sumber: Google Bank BJB  menyabet gelar  TOP GRC 2019  karena dinilai memiliki infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusaha...