Showing posts with label Selandia Baru. Show all posts
Showing posts with label Selandia Baru. Show all posts

Friday, March 22, 2019

Warga Selandia Baru Bentuk Ranati Lingkaran Untuk Melindungi Warga Muslim Sholat Jum'at

Sumber: Google

Dalam angka solidaritas warga Slandia Baru membentuk rantai untuk melindungi umat muslim yang beribadah shalat Jum'at di Masjid Kilbirnie, Wellington.

"Mendukung berlangsungnya doa adalah inti dari ketiga agama Ibrahim. Ini adalah cara nyata bahwa orang-orang kami dapat berkumpul untuk melindungi apa yang harus selalu dilindungi," kata Asisten Anglikan Uskup Wellington, Eleanor Sanderson, dilansir dari laman Maori TV, Jumat (22/3).

Daniel Kleinsman selaku co-organisator acara tersebut mengatakan bahwa ide rantai manusia bukanlah hal baru.

"Ini telah diselenggarakan di luar negeri ketika komunitas Muslim dan Yahudi diserang. Ini adalah simbol dukungan dan cinta yang kuat, tetapi juga praktis. Ia berupaya menciptakan penghalang fisik perlindungan bagi mereka yang dianiaya saat ini," ujarnya.

Warga Wellington yang ikut serta dihimbau untuk berkumpul pukul 13:15 waktu setempat hingga ibadah salat Jumat selesai.

“Kami mendorong masyarakat untuk bersatu dalam solidaritas dan kedamaian. Kami ingin meyakinkan saudara-saudari Muslim kami bahwa kami ada di sini untuk mereka dan bersama mereka; kami ingin menciptakan ikatan dan hubungan yang mencegah aksi terorisme seperti itu tidak pernah terjadi lagi,” kata Daniel.

Sementara itu co-organisator lainnya, Lachlan Mackay menyerukan agar rantai perlindungan manusia Kilbirnie diikuti di seluruh wilayah Selandia Baru.

"Ini akan membantu untuk mengirim pesan yang sangat jelas kepada mereka yang mendukung kejahatan dan kebencian, bahwa mereka tidak akan pernah menang dalam memecah Selandia Baru dan mereka tidak akan menang dalam menyebarkan kebencian di sini. Kita tidak akan membiarkan mereka," kata Mackay.

Mackay mengatakan dia telah menerima pesan dukungan, dan belasungkawa, dari seluruh dunia, termasuk dari calon penerima Nobel Perdamaian, Dr. Izzeldin Abuelaish yang berbasis di Toronto; cucu Mahatma Gandhi, Dr Arun Gandhi; dan Iman Abdul Malik Mujahid dari Sound Vision di Chicago

Sumber: Akurat.co

Wednesday, March 20, 2019

Begini Proses Pemakaman Pertama Korban Penembakan Selandia Baru

Sumber: Google

Pemakaman pertama untuk para korban penembakan Christchurch dilakukan oleh warga Selandia Baru. Dalam proses pemakaman tersebut harus tertunda karena polisi masih membutuhkan waktu dalam penyidikan lebih lanjut. Banyaknya relawan yang hadir menunjukan betapa besarnya tingat solidaritas masyarakat Selandia Baru.

"Christchurch adalah kota kecil, jadi ketika Anda kehilangan 50 orang Anda benar-benar perlu turun tangan untuk membantu semampu Anda," kata Javed Dadabhai, relawan dari Auckland, dilansir dari laman BBC, Rabu (20/3).

Sejumlah relawan juga terlihat mengunjungi keluarga korban di Masjid Al-Noor untuk menyampaikan dukungan mereka.

"Ini adalah masa yang sulit, tapi kita harus kuat dan yakin dan percaya bahwa kita dapat melalui ini. Orang-orang datang untuk membantu dan berbuat baik demi masyarakat," kata Mohamed Bilal, relawan lainnya.

Pemerintah Selandia Baru mengeluarkan imbauan ketat kepada media untuk tidak meliput keluarga korban dan memberi mereka ruang di tengah masa duka ini.

Sebanyak 50 orang tewas dan setidaknya 40 orang lainnya luka parah dalam penembakan di dua masjid di Christchurch pada Jumat (15/3). Pelaku, Brenton Harrison Tarrant, merangsek masuk dengan menggunakan senjata semiotomatis dan menembaki jamaah salat Jumat. Aksinya dimotivasi oleh paham supremasi kulit putih. Kini Brenton ditahan di Selandia Baru dan didakwa dengan pasal berlapis. Persidangannya akan dimulai pada 5 April mendatang.

Sumber: Akurat.co

Friday, March 15, 2019

Jumlah Seluruh Korban Penembakan Di Slandia Baru

Sumber: Google

Duka mendalam terjadi pada siang ini sebuah insiden penembakan secara brutal yang terjadi di dua masjid di Central Christchurch, Selandia Baru. Inseden terjadi kepada para  jemaah salat Jumat ini menewaskan sedikitnya 49 orang dan melukai 20 lainnya. Sebanyak 30 orang tewas di masjid Al-Noor sementara 10 lainnya tewas di Masjid Linwood.

Penembakan dilakukan setidaknya oleh satu orang - pelaku diidentifikasi merupakan pria kulit putih asal Australia bernama Brenton Tarrant yang berusia 28 tahun.

"Kami meyakini bahwa 40 orang kehilangan nyawanya dalam tindak kekerasan ekstrim ini," kata Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern dalam sebuah pernyataan, dilansir dari laman Reuters, Jumat (15/3).

"Sudah jelas bahwa hal ini hanya bisa dideskripsikan sebagai serangan teroris," lanjutnya.

Ardern menambahkan saat ini Selandia Baru memberlakukan tingkat keamanan tertinggi.

"Ini adalah salah satu hari paling gelap di Selandia Baru," katanya lagi.

Dalam insiden ini beredar rekaman video live streaming berdurasi 17 menit yang diunggah oleh pelaku. Video tersebut memperlihatkan momen-momen pelaku melancarkan aksinya hingga selesai - terlihat pula para korban yang terbaring atau meringkuk di lantai masjid.

"Dia punya senjata besar, dia datang dan mulai menembak semua orang di masjid, di mana-mana," kata saksi bernama Ahmad Al-Mahmoud. Dia mengatakan dia dan yang lainnya melarikan diri dengan mendobrak pintu kaca.

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush mengatakan empat orang telah ditahan - tiga pria dan seorang wanita.

Di tempat lain, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa salah seorang yang ditahan adalah warga Australia.

Selain penembakan, polisi juga menemukan bom rakitan di lokasi kejadian, kini bom tersebut telah berhasil dijinakkan.

Sumber: Akurat.co

Bank BJB Usaha Perseroan Harus Memiliki Tujuan Mulia

Sumber: Google Bank BJB  menyabet gelar  TOP GRC 2019  karena dinilai memiliki infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusaha...