Showing posts with label Partai Golkar. Show all posts
Showing posts with label Partai Golkar. Show all posts

Monday, April 1, 2019

Sekertaris Partai Golkar Nyatakan Pemilu Damai Tergantung Masyarakat

Sumber: Google

Lodewijk F Paulus Sekretaris Jenderal Partai Golkar hadir dalam seminar dan peluncuran buku 'Pemilu Damai, Berintegritas dan Menyejahterakan' yang diadakan di  Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senin (1/4/2019).

Menurut Lodewijk ada 3 faktor yang akan menunjang pemilu damai. hal tersebut dibebekanny ketika memberi sambutan "Pertama, tingkat kecerdasan dan pendidikan masyarakat telah memahami masalah-masalah bangsa," ujar Lodewijk.

Selanjutnya, kata Lodewijk, kesiapan partai politik dalam melahirkan kader-kader yang kredibel dan potensial dalam menjalankan tugasnya nanti. "Ketiga, kesiapan penyelenggara pemilu dalam melaksanakan pemilu yang demokratis, jujur, adil dan responsif dan efisien," ungkapnya.

Masih kata Lodewijk, dari ketiga faktor itu, kecerdasan masayarakat dalam memandang permasalahan adalah yang terpenting. "Jika tingkat kecurangan masyarakat dalam memandang sebuah masalah masih rendah maka akan sangat sulit menghasilkan wakil rakyat yang kompeten, responsif dan kredibel," tuturnya.

Diketahui acara tersebut juga dihadiri oleh Alfan M Alfian (Direktur Pascasarjana Ilmu Politik UNAS), Titi Anggraini (Direktur Perludem), Valina Singka Subekti (Dosen Ilmu Politik UI), M. Andi Mattalatta (Menkumham RI 2007-2009).

Sumber: Akurat.co

Friday, March 29, 2019

Parti Golkar Berhentikan Salah Satu Kadernya Ini Alasanya

Sumber: Google

Bowo Sidik Pangarso salah satu kader partai Golkar yang diberhentikan oleh DPP Partai Golkar diketahui Bowo terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari kepengurusan DPP Partai Golkar.

"Partai Golkar telah mengambil langkah organisasi dengan memberhentikan Saudara Bowo Sidik Pangarso sebagai Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Jateng I," kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily, di Jakarta, Kamis (28/3/2019) malam.

IMenurutnya hal terseut di lakukan  sebagai bentuk ketegasan Partai Golkar terhadap siapa pun kader yang melakukan tindakan korupsi.

Resmi Jadi Tersangka, Bowo Sidik Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara
Adapun untuk menjabat posisi yang ditinggalkan Bowo Sidik Pangarso, DPP Golkar menunjuk Nusron Wahid yang kini menjabat Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan.

"Pak Nusron akan merangkap," kata Ace.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan anggota DPR periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso bersama dua orang lain sebagai tersangka dugaan suap terkait dengan kerja sama pengangkutan pelayaran.

Sumber: Akurat.co

Monday, March 25, 2019

Golkar Nyatakan Keberatan Terkait Bendera Golkar Muncul Ditengah Kampanye Prabowo

Sumber: Google

Pada acara kampanye terbuka calon Presiden Prabowo Subianto di lapangan karebosi, Kota Makasar, partai golkar memberikan pernyataan keberatan karena pada acara tersebut bendera partai Golkar turut ikut dalam acara tersebut.

Pengurus Dewan Perwakilan Daerah Partai Golkar Kota Makassar kemudian mengirim surat ke Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Makassar. Dalam surat bernomor 150/DPD II/PG-MKS/III/2019 yang ditandatangani Ketua Golkar Makassar Farouk M. Betta dan Wakil Sekertaris Ahkam Supu disebutkan Golkar keberatan atas penggunaan atribut partai berlambang pohon beringin.

"Sehubungan dengan adanya penyalahgunaan simbol partai, yang bukan partai koalisi atau pendukung pada pelaksaan kampanye calon presiden nomor urut 2 ... DPD Kota Makassar menyampaikan keberatan atas penggunaan simbol Partai Golkar," kata kata Farouk dalam pernyataan tertulis.

Partai Golkar berharap kasus ini ditindaklanjuti panitia penyelenggara kampanye  sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

Pada kampanye akbar yang dilakukan Prabowo Subianto di Kota Makassar kemarin, belasan bendera warna kuning berlambang pohon beringin dan gambar Prabowo Subianto - Sandiaga Uno muncul di tengah massa.

"Golkar, Golkar, Golkar, Golkar, Golkar, dan Golkar," kata itu juga diteriakkan massa yang membawa bendera sembari mengacungkan dua jari ke atas.

Partai Golkar merupakan anggota koalisi pengusung pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sumber: Akurat.co

Monday, January 21, 2019

Hal Yang Membuat Pidato Partai Golkar Sama Dengan Pidato Presiden Sukarno

Sumber: Google

Ujang Komarudin Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR)  mengatakan bahwa pidato awal tahun Partai Golkar yang di sampaikan oleh ketua umum Airlangga Hartarto sama sengan pidato Presiden Sukarno yang dimana dalam pidatonya selalu menyebarkan rasa optimisme dan semangat kepada masyarakat Indonesia.


Menurut Dosen Universitas Al Azhar, saat itu masyarakat yang hidup dalam penjajahan mengikuti apa yang disampaikan Bung Karno sehingga terbawa menjadi optimis untuk merdeka.

"Bisa dibilang pidato Golkar yang disampaikan Pak Airlangga Hartarto ini semangatnya sama, hanya konteks dan zamannya saja yang beda," kata Ujang kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/1) menanggapi pidato awal tahun Partai Golkar yang disampaikan di Jakarta baru-baru ini.


Pidato awal tahun Partai Golkar, lanjut Ujang sangat bagus dan momentumnya juga sangat tepat disaat kubu pasangan calon presiden (capres) Prabowo-Sandiaga secara terus menerus membangun pesimisme.

Pidato awal tahun Partai Golkar ini justru membangkitkan optimisme mengenai masa depan yang lebih baik.

"Pidato Golkar ini seperti oase di tengah gurun pasir yang gersang, disaat narasi kebencian fitnah, hoaks dan pesimisme muncul, pidato itu memiliki cita-cita besar dalam menjaga NKRI dan membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik," jelasnya.

Pidato awal tahun Partai Golkar itu, kata Ujang bisa juga menjaga soliditas dan kekuatan internal Partai Golkar untuk bangkit.

"Pidato itu bisa juga menjaga optimisme kader dan masyarakat luas, pidato yang disampaikan Pak Airlangga Hartarto sudah pas artinya konsolidasi berjalan di Golkar, masyarakat bersatu dan pemilu harus berjalan dengan damai," harapnya.

Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar, menurut Ujang, mampu membawa Partai Golkar melawan pesimisme dengan narasi-narasi optimisme.

"Golkar tentu harus kerja keras melawan pesimisme yang bermunculan saat ini dan bisa saja Golkar menang jika mampu membawa optimisme-optimisme yang dibangun di tengah masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, dalam pidato awal tahun Partai Golkar yang disiarkan di salah satu stasiun televisi, Airlangga Hartarto mengajak bangsa Indonesia menjauhi sikap pesimisme.

"Kita harus yakin bahwa kita bisa. Kita harus menjauhi sikap yang pesimistis, sebuah sikap yang selalu mengeluh, selalu melihat kekurangan yang ada," katanya.

Sebaliknya, dengan penuh percaya diri, menurut Airlangga Hartarto, Indonesia adalah sebuah bangsa yang sanggup menjadi bangsa yang besar.

"Saat ini kita menjadi bagian dari negara-negara G20, tapi nanti di 2030 kita akan masuk dalam 10 besar dan di 2045 menjadi negara 4 besar. Kita adalah bangsa pemenang. Kita adalah bangsa cerdas dengan semangat baja dan jiwa yang tangguh, tetapi senantiasa selalu mengulurkan tangan persahabatan kepada siapapun," tegasnya.

Sumber: Akurat.co

Tuesday, September 18, 2018

Misbakhun Dalang Century Harus Di Usut Sampai Selesai

Sumber : Goegle
Kasus pencurian uang negara melalui Bank Centry pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono kini kembali mucul di permukaan dan ramai di perbincangkan semenjak media daring Asia Sentinel mengungkap adanya konspirasi pencurian uang negara hingga USD 12 miliar tersebut.

Artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen telah membuat perselisihan atau kesalah pahaman dari  Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief  kepada Mukhammad Misbakhun. pasalnya karna artikel tersebut Andi Arief mengira bahwa Misbakhun adalah dalang di belakang berita media asing, Asia Sentinel.

Mengetahui hal tersebut Misbakhun pun menegaskan tulisan di Asia Sentinel tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pansus Angket DPR 2009-2014.

Sumber : Goegle
“Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya di batalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut,” kata Misbakhun dalam ketarangan yang diterima.

Mukhamad Misbakhun juga menegaskan bahwa dalam kasus penahanannya dulu oleh kepolisian bukan karena kasus Bank Century.

“Silakan lihat dokumen surat perintah penahanan saya oleh penyidik Bareskrim Polri jelas tertulis bahwa penahanan saya ‘karena melawan SBY’. Jadi tidak ada kaitannya dengan dokumen fiktif yang dituduhkan,” ujarnya

Misbakhun juga beranggapan bahwa politik adalah ladang perjuangannya. Sehingga, dia pun mendorong KPK supaya mengusut tuntas kasus Century ini dan tidak berhenti hanya di kasus Budi Mulya saja.

“Dalang kasus Century ini harus diungkap tuntas.karena semua dokumen (hasil audit investigasi BPK, audit perhitungan kerugian negara, laporan Pansus Hak Angket Century DPR RI, dan putusan kasus Budi Mulya) mengarah pada dugaan keterlibatan presiden SBY yang ternyata mengetahui proses bailout yang melanggar hukum tersebut,” tegas Misbakhun.

Berlainan dengan itu Misbakhun mengaku konsisten mengkritik dan mengevaluasi kebijakan-kebijakan SBY kala itu, mulai dari kasus bailout Bank Century, sampai ketika SBY sibuk mempromosikan AHY.

“Menurut pandangan saya kebijakan-kebijakan itu akan berimplikasi kepada rakyat Indonesia dan kepada negeri ini. Maka saya memberikan kritik, itu bagian dari dialektika demokrasi yang wajar,” tuturnya.

Baginya, kerikil perjuangan politik, mungkin bukan masalah kasus century, bukan saya, atau bisa jadi mereka butuh panggung saja. Biarkan saja, lebih baik dan lebih mending saya memikirkan hal-hal lain yang lebih baik dan produktif.

Jadi, saya tidak ada masalah dengan kasus century dan Pak SBY kalau mereka masih ada masalah itu kan baper saja. Mereka kan cuma mau mengalihkan perhatian saja supaya tidak disorot, tidak disalahkan, atas kegagalan-kegagalan partai dan rezim dalam mengambil kebijakan selama ini.

“Mereka tidak mau dibilang sebagai partai dan rezim bermasalah saja. Namanya memutarbalikkan fakta, mengingkari kenyataan,” tutupnya.



Sumber : Akurat.co

Friday, September 14, 2018

Mendapat Tudingan Misbakhun Angkat Bicara


Kali ini kabaranya seorang Plistis Partai Golkar Yang mendapkatkan sebuah tudingan dari Waksekjen Partai Demokrat yaitu Andi Arief tudingan tersebut menyatakan bahwa Misbakhun adalah dalah penyebab dari artikel  situs media Asia Sntinel ,Jhon Berthelsen tudingan tersebut di berikan oleh Andi Arief Waksekjen Partai Demokra,mendengar tudingan tersebut Misbakhun membantah karna menurutnya tudingan tersebut di berikan tanpa bukti.Dimna dalam artikel tersebut yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen, yang mencakup cuplikan hasil investigasi pencucian uang di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono (SBY) oleh Bank Century.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief juga menyerang politikus Golkar M Misbakhun. Menurut dia, anggota DPR RI itu di belakang berita media asing, Asia Sentinel, mengenai skandal Bank Century dan kaitannya dengan rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lewat Twitter, Andi meminta publik menanyakan soal skandal Century kepada Misbakhun. Pasalnya, menurut dia, bekas politikus PKS itu adalah bagian dari skandal tersebut.

"Kasus century diulang-ulang. Tanya sama mantan napi kasus century Misbakhun yang paham soal century, karena dia dan perusahaannya yang menjadi pelaku," kata Andi dalam akun Twitternya.

mendapatkan tuduhan tersebut Misbakhun langsung membuka suara dan membantah tuduhan yang di berikan kepadanya tersebut seperti saat di wawancarai salah satu berita di indonesia.

“Soal tuduhan yang disampaikan silakan tanya ke Mas Andi Arief lagi. Kan dia yang melempar isu itu. Silahkan dia yang membuktikan. Selama ini kan dia sukanya menuduh tanpa bukti. Bicara soal Jenderal Kardus, bicara soal mahar politik semua isu yang dia lemparkan lenyap begitu saja tanpa bukti,” kata Misbakhun dalam keterangan yang diterima.

Misbakhun juga menegaskan, John Berthelsen dalam rekam jejaknya tidak hanya menulis soal skandal Century, karena dia fokus mencermati skandal-skandal besar di negara lain.

“Perihal tulisan di Asia Sentinel itu juga tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi BPK dan Pansus Angket DPR 2009-2014. Semua juga sudah terpublikasi,” pungkasnya.

Soal mengkaitkan kasus Century dengan dirinya, Misbakhun menegaskan sudah jelas ia sama sekali tidak terkait dengan kasus Century sesuai hasil putusan pada tingkat  Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung.

"Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK tersebut, sangat jelas dibatalkan semua putusan Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Kasasi sehingga semua putusan yang menghukum saya dibatalkan dan nama baik saya sudah direhabilitasi lewat putusan pengadilan tingkat PK tersebut," jelasnya.




Sumber : Akurat.co

Bank BJB Usaha Perseroan Harus Memiliki Tujuan Mulia

Sumber: Google Bank BJB  menyabet gelar  TOP GRC 2019  karena dinilai memiliki infrastruktur, dan implementasi tata kelola perusaha...